Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang sama pentingnya dengan makan dan bernafas. Sayangnya, banyak orang menganggap remeh waktu tidur dan menggantinya dengan bekerja atau bermain gawai hingga larut malam. Kurang tidur tidak hanya menyebabkan rasa lelah di pagi hari, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang. Tubuh yang kurang istirahat kehilangan kemampuan untuk memperbaiki jaringan dan mengatur sistem kekebalan dengan baik.
Secara fisik, kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki waktu cukup untuk menstabilkan kadar hormon yang mengatur metabolisme. Selain itu, kurang tidur juga dapat mempercepat proses penuaan dini karena produksi kolagen dan perbaikan sel berkurang selama malam hari. Akibatnya, seseorang bisa terlihat lebih lelah dan kurang segar.
Dari sisi mental, tidur yang tidak cukup dapat mengganggu konsentrasi, memengaruhi suasana hati, dan menurunkan kemampuan mengambil keputusan. Orang yang sering begadang cenderung lebih mudah stres, cemas, bahkan mengalami gangguan suasana hati seperti depresi. Tidur yang cukup membantu otak memproses informasi dengan baik dan memperkuat daya ingat.
Dengan menjaga kebiasaan tidur yang teratur, kita tidak hanya melindungi tubuh dari penyakit tetapi juga menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan mental secara menyeluruh.
